Cerita Seru Bunda Bermain STEAM Bersama KIMS Batch 1

Penyusun: Erlin Fadhylah


Apa yang terlintas di benak Bunda ketika mendengar kata STEAM? Mayoritas Bunda pasti otomatis teringat panci kukus atau jangan-jangan menu steamboat di restoran?

Nah, perlu diketahui bahwa STEAM berbeda dengan steam dalam bahasa Inggris, ya, Bunda. STEM atau STEAM merupakan akronim dari beberapa bidang ilmu yakni Sains, Technology, Engineering, Art, dan Mathematics. STEAM sebetulnya bukanlah hal baru dalam pendidikan. Bedanya, STEAM menerapkan pembelajaran terpadu dari berbagai bidang ilmu agar anak lebih memahami konteks. Alih-alih mengajarkan matematika sebagai bidang ilmu mandiri, STEAM mengajak anak melihat penerapannya saat melakukan eksperimen sains atau menyusun sebuah konstruksi misalnya, sehingga anak dapat melihat keterkaitan antara berbagai bidang ilmu tersebut.

Nah, sudah mulai terbayang, kan?

Pertanyaannya, di mana, ya anak-anak kita bisa belajar STEAM? Sebagian pasti berpikir pengajaran terintegrasi semacam ini cuma ada di sekolah mahal-mahal. Padahal, pendidikan berbasis STEAM bisa diakses secara cuma-cuma, lho oleh seluruh ibu di Indonesia. Iya, betul, Bunda nggak salah baca, cuma-cuma! Penasaran, kan?

Rumah Main STrEAM sebagai salah satu pelopor pendidikan berbasis STEAM di Indonesia mengajak para Bunda belajar dan mengimplementasikan STEAM lewat Komunitas Ibu Main STrEAM (KIMS). KIMS angkatan pertama sukses meluluskan 85 ibu dari berbagai daerah yang telah belajar dan bermain STrEAM di rumah selama masa orientasi KIMS. Lewat masa orientasi KIMS inilah banyak ibu yang lebih melek pada ilmu STEAM dan makin bersemangat untuk membersamai anak menjelajahi dunia STEAM. Apalagi, Rumah Main STrEAM juga menyelipkan nilai tradisional yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia ke dalam kurikulumnya. Menarik, kan?

Mari kita simak kesan para Bunda yang sudah berhasil lulus dan menjadi wisudawan orientasi KIMS angkatan pertama!


Dokumentasi Pribadi Keseruan Charlotte dan Bunda Monica Bermain STEAM


“Sebelum mengenal Rumah Main STrEAM, saya suka bingung apakah science memang sesulit itu? Apakah harus selalu di lab dan menggunakan alat mutakhir? Namun, ternyata science itu mudah dan ada di sekitar kita. Bergabung dengan KIMS membuat mata saya terbuka. Seperti anak, saya sama- sama belajar science. Banyak hal yang kami coba bersama dan menumbuhkan jiwa scientist di dalam diri kami. Buat buibu lain ayo bergabung dengan KIMS, banyak sekali ilmunya!”

(Monika Sujono, Anggota KIMS Batch 1)

Dokumentasi Pribadi Bunda Siti Zuleha Mengajak Sang Putera Bermain STEAM


Ekspektasi awal saya ikut orientasi KIMS, sih inginnya bisa ajak anak main menggunakan alat dan bahan sederhana tetapi sekaligus memperkenalkan anak dengan STEAM. Namun, ternyata yang didapat lebih dari itu! Masa orientasi KIMS membuat saya mendapatkan materi bermanfaat, mengenal ibu-ibu hebat dari berbagai latar belakang, dan pastinya punya bahan belajar yang seru bareng anak selama challenge. Selama challenge itu juga jadi banyak belajar tentang cara ananda yang masih berusia 18 bulan saat diajak bereksperimen. Jadi tahu tentang reaksinya, kelakuannya, hingga ekspresinya. Walau terkadang gregetan lihat tingkahnya yang di luar ekspektasi, menyenangkan banget punya cara bonding yang lebih bermakna bersama anak.

(Siti Zleha, Anggota KIMS Batch 1)


Dokumentasi Pribadi Bunda Dilla dan Ketiga Anaknya Bermain STEAM

Sejak bergabung di KIMS, aku jadi lebih banyak bertanya sekaligus mendengarkan pendapat anak-anak. Lalu, jadi lebih bisa memanfaatkan barang bekas, seperti kardus, kertas, botol plastik menjadi mainan untuk mereka. Nah, bergabung di KIMS selain dapat ilmu bermain bersama anak, kita juga dapat teman baru, sesama ibu dari berbagai kota di Indonesia, bahkan di batch 1 ini ada peserta yang berdomisili di Jepang. Uniknya, ya meskipun nggak pernah ketemu, cuma tatap muka via zoom, tetapi vibrasinya positif. Kami saling support saat menyelesaikan tantangan, saling mendoakan bagi yang sakit, bahkan saat berbeda pendapat saat diskusi pun hawa grup nggak jadi panas. Terima kasih KIMS! senang bergabung di sini. Mari tumbuh bersama agar bisa membersamai bibit terbaik untuk masa depan!

(Dilla, Anggota KIMS Batch 1)


Dokumentasi Pribadi Bunda Ning Alfiyah Serunya Main Helikopter Kertas


“Sebelum ikutan KIMS hidup mah biasa aja, ya. Anak main seenaknya aja terserah. Eh, setelah ikutan KIMS, Bundanya sudah kayak wartawan kalau anak main, ditanyain melulu segala ABC. Butuh waktu memang, tetapi perlahan anak akan terbiasa untuk menjadi kritis dan bisa menganalisa suatu peristiwa. Itu adalah bonus belajar dan bertumbuh di KIMS.”


(Ning Alfiyah, Anggota KIMS Batch 1)




33 views0 comments