Ceritaku Tentang Komunitas Ibu Main STrEAM

Penulis: Prima Santi




Memiliki buah hati dengan jenis kelamin berbeda dalam waktu berdekatan, layaknya kembar mungkin menjadi keinginan sebagian perempuan. Namun rasa syukur sempat menguap ketika beban pengasuhan menjadi ganda. Anak perempuan menyukai sesuatu dalam waktu bersamaan anak laki-laki tidak menyukai hal tersebut. Ternyata kesukaan keduanya disatukan dengan aktivitas bermain ala Komunitas Ibu Main STrEAM.


Awal Mulai Kenal Komunitas Ibu Main STrEAM

Salah seorang kawan membagi sebuah flyer pada sosial media. Beliau melengkapi status tersebut dengan narasi yang menggambarkan perasaannya yang antusias. Melalui status tersebut saya mengetahui bahwa beliau baru saja mendaftar untuk mengikuti masa orientasi pada suatu komunitas.

Tanpa pikir panjang, saya mencoba mencari akun media sosial instagram komunitas tersebut yang tertera pada flyer. Jari telunjuk saya dengan lincah meng-kepoin akun tersebut dan melakukan riset. Hanya dalam hitungan menit saya akhirnya mengakses tautan untuk mendaftar untuk mengikuti masa orientasi yang sama.

Saya mengisi formulir pendaftaran dengan bantuan google. Ada beberapa pertanyaan yang saya sendiri belum familiar. Melalui google saya mengenal istilah STEAM. Bilah informasi yang disajikan google semakin membuat saya mantap mengetik jawaban dan menekan tombol kirim.


Berjodoh dengan Komunitas Ibu Main STrEAM

Suatu hari ada sebuah nomer asing mengundang saya dalam sebuah grup. dengan nama Kom. Ibu Main STrEAM #2. Kejadian hal serupa sering terjadi kala saya menggeluti online shop. Namun kali ini sautan para member membuat saya memilih menyimak. Kata alhamdulillah dan terima kasih mendominasi ucapan para member disertai salam kenal.

Tunggu, hati saya terus bertanya "ini memangnya grup apa ya?" Setelah ada beberapa member yang memberikan clue akhirnya saya memberanikan ikut mengucapkan terima kasih dan menyapa. Jujur saya tidak pernah berekspektasi proses akan semudah ini untuk ikut bergabung.


Komunitas Ibu Main STrEAM

Sepuluh pekan masa orientasi membuat saya pribadi bertumbuh bersama anak-anak. Aktivitas harian biasanya terasa riweh ketika anak-anak meminta ikut serta. Sejak mengenal komunitas Ibu Main STrEAM semuanya terasa asik dan menyenangkan.

Aktivitas bermain yang biasanya harus saya persiapkan berbeda sesuai kesukaan mereka, saat ini menjadi begitu ringan. Satu aktivitas ala komunitas Ibu Main STrEAM bisa saya terapkan pada keduanya dalam waktu yang sama. Anak-anak juga bertumbuh bersama dan bisa bekerja sama.


Yuk gabung Komunitas Ibu Main STrEAM batch 3


Ibu pasti paham bahwa aktivitas bermain untuk anak memiliki banyak manfaat. Ayo bermain dan bertumbuh bersama anak-anak dengan bermain. Dan gabung bersama kami di komunitas Ibu Main STrEAM untuk melejitkan potensi, bakat dan minat diri dan anak-anak. Saya tunggu ya. See you.


36 views0 comments

Recent Posts

See All

Penulis: Anggita Al Masithoh Itulah kata-kata yang sempat terlintas ketika melihat "Woro-woro Pembukaan KIMS Batch 2". Kebetulan sepupuku yang saat ini sedang tinggal di Jepang, memuat info itu diakun

Penulis: Agung Handayani Rumah Main STrEAM mempunyai program baru untuk memperbaharui program sebelumnya yaitu Komunitas Ibu Main STrEAM yang disingkat KIMS. Begitu dibuka pendaftaran di batch pertam