Relevansi Bergabung di Komunitas Ibu MainSTrEAM (KIMS) dengan Perkembangan Anak di Jepang

Anggita Aninditya Prameswari Prabaningrum (@Anggita.Aninditya)

Komunitas Ibu Main STrEAM Batch I

Jepang


Tantangan Parenting di Negeri Rantau

Hidup merantau di negeri orang tentu bukanlah hal mudah. Apalagi sudah memiliki dua orang anak. Semua harus diurus sendiri dan mesti bisa membagi waktu untuk urusan pengembangan diri, anak-anak, suami, pekerjaan rumah tangga, dan lain sebagainya. Urusan anak-anak lebih saya prioritaskan karena masa tumbuh kembang mereka tidak akan bisa diulang kembali. Ini adalah masa emas dalam hidup mereka. Saya tentu ingin memberikan yang terbaik untuk kebutuhan anak, termasuk kebutuhannya untuk bermain sambil belajar.

Ketika badan sudah lelah mengurus beberapa hal, terkadang sebagai ibu, kita kekurangan ide dan ilmu dalam mendampingi anak bermain. Memang benar kita bisa asal lihat caranya di internet secara bebas. Namun, menurut saya menuntut ilmu itu perlu ada gurunya langsung. Apalagi di era digital ini, semua bisa meng-upload apa saja secara asal dan mungkin kurang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk itu, mencari komunitas terkait kebutuhan anak adalah langkah tepat untuk kita sebagai orang tua dalam menuntut ilmu. Bagaimana menurut para Bunda?



Dokumentasi Pribadi Serunya Ananda dari Bund Anggita Bermain STrEAM


Awal Mula Mengenal @RumahMainSTrEAM

Akhirnya, setelah mendapat info @RumahMainSTrEAM dari seorang sahabat, saya pun mengecek portofolio kegiatan di komunitas tersebut. Wah, kegiatannya mengasyikkan sekali! Alhamdulillah, ternyata para bunda yang sedang tidak berada di Indonesia pun dapat bergabung. Saya pun mendaftar @KotakMainSTrEAM dan mengikuti kelas-kelasnya. Kakak-kakak pengajarnya pun sangat sopan, ramah, dan sabar dalam menuntun setiap langkah proses pengerjaan eksperimen anak. Anak saya senang karena selain mendapat ilmu STEAM (Science Technology Engineering Mathematic), dia juga mendapat teman-teman virtual dari Indonesia. Hal ini tentu saja menambah kosakata bahasa Indonesianya.

Komunitas Ibu MainSTrEAM

Saya pun tergabung dengan para bunda dalam Komunitas Ibu MainSTrEAM (KIMS). Tidak hanya mempelajari dan mempraktikkan ilmu STrEAM, tetapi kami juga diajarkan bagaimana sebagai perempuan, terutama sebagai ibu, juga harus berdaya dan melek digital. Kita diajarkan mengenai hak cipta, pentingnya menghargai hak cipta karya orang lain. Jangan sampai kita sebagai ibu tidak mencontohkan yang baik pada anak. Contohnya ketika kita memposting karya orang lain atau mengambil kutipan dari sumber lain, harus sertakan sumber lengkapnya. Jadi, jika para bunda mendapat ilmu atau foto dari komunitas ini, sertakan sumbernya juga ya, Bun!

Untuk teknis belajar dan mengumpulkan tantangan tugas, kita menggunakan aplikasi Zoom, Google Drive, dan Whatsapp group. Bagi yang masih belum mengerti pun diajarkan langkahnya.

Selama proses pembelajaran STrEAM dengan pendekatan metode ABC, anak diberi kesempatan untuk bertanya dan mengobservasi terlebih dahulu dengan panca inderanya. Ini menjadikan anak untuk berpikir lebih kritis. Penggunaan barang bekas untuk membuat karya baru dengan fungsi yang berbeda dari sebelumnya, membuat anak berpikir kreatif dan menambah keterampilan anak.

Semoga dengan adanya wadah belajar bagi ibu dan anak seperti ini, para perempuan, terutama yang berperan sebagai ibu--baik itu ibu kandung atau ibu pendidik di mana pun, mampu mengimplementasikan ilmu STrEAM guna menjadikan anak-anak kita sebagai bibit unggul berintegritas tinggi untuk masa depan dunia yang lebih baik. Karena tanpa kita sadari, banyak sekali aktivitas STrEAM sehari-hari yang dapat ditelaah lebih lanjut bersama ananda tercinta.

Penasaran lebih lengkap tentang KIMS? Tunggu apa lagi? Ayo daftarkan diri bergabung di komunitas kami, Komunitas Ibu MainSTrEAM (KIMS) Batch 2 ya, Bunda!



48 views0 comments